EGG ROLL WRAPPER A.K.A KULIT RISOL

Gampang Simpel Legit Gurih dan yang pasti ini kulit risol anti pecah!!!


Bahan:
3/4 cup tepung terigu [all purpose]
1/4 sdt garam
3/4 cup/ 160ml air dingin
1 butir telur [yang gede]
2 sdm minyak kelapa atau sayur 

cara membuat:
kocok telur garan dan air lalu masukkan tepung sedikit-sedikit [1/3 tiap kloter haha].
Aduk rata sampai tepung tidak ada lagi yang menggumpal.
diamkan selama 15 menit.

siapkan wajan ukuran personal pan pizza :D.
panaskan wajan dengan api besar lalu sesuaikan panas dengan api kecil
masukkan adonan per 1/4 nya atau sesuaikan ketebalan dengan selera

untuk 8 lembar


MUNTAZIRET *

Foto terbaru dari kami berdua.. sama-sama gendut.. dan saling mencintai hingga mati :D..
tebak foto itu diambil jam berapa? jam 7.30 malam.. lagi nunggu bis mau ke Line One [pasar tradisional di Abadan] mau beli buntut sapi banyak buat di sop..Alhamdulillah:)

*Muntaziret : menunggumu

FROM ONE COUNTRY TO ONE MAN

CHANGING STATUS PART 2

" Yah begitulah cerita hidup saya selama 1,5th ini, 2minggu kemarin saya dikarantina untuk Diklat prajabatan seperti yang sudah saya ceritakan di atas, dan bertemu banyak teman baru dari seluruh Indonesia. sekarang saya sedang menunggu kehidupan datar saya selama ini, menjadi bergelombang, saya yakin itu dan saya siap!Lihat saja!"


Setelah mas Adam berangkat ke Iran, sehari-hari saya disibukkan dengan pekerjaan, persiapan pernikahan dan kegiatan pengumpulan informasi dan konfirmasi tentang proses, status, serta pertanggungjawaban seorang PNS jika ingin atau menghadapi suatu kondisi dimana ia harus mengikuti atau menemani suami di suatu tempat yang jauh dari tempat kerjanya.
Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya di changing status part1, bahwa setelah kami menikah, bagi orangtua saya tidak ada toleransi untuk tinggal berjauhan, jika kondisi itu tidak bisa terwujud maka rencana yang sudah disusun untuk menikah terancam berstatus "pending". 

Kami berdua, mas Adam dan saya, tahu benar bagaimana seriusnya orangtua saya dengan ultimatum "pending" tersebut. Pertimbangan orangtua saya meng-ultimatum kami berdua diantaranya adalah kemungkinan bahwa setelah menikah, kami ;
  • Hidup berjauhan dikarenakan pekerjaan masing-masing [dimana kondisi ini jauuuuuuuh lebih banyak mudhorotnya dibanding baiknya, apalagi ini jauhnya bukan sekedar jauh, tetapi jauuuuh banget, karena itulah orangtua saya tidak bisa menolerir]
  • Saya terancam harus melepaskan pekerjaan saya, sedangkan saya tidak mau itu terjadi!!

Saya sempat ajukan ke mas Adam, bagaimana kalau di-pending dulu, lagi pula saya masih kepingin s2 dan mas Adam juga bisa "lebih ringan" untuk meniti dan mengembangkan karir. Merespon ajuan saya tersebut, mas Adam dengan tegas bilang,
http://t2.gstatic.com

"Sekarang, nikah itu sudah wajib hukumnya buat aku, mau ngapain lagi? kita sudah lama kenal. Apalagi nanti aku jauh di Iran. Rejeki itu udah ada yang ngatur dek.."